Sabtu, 10 Desember 2011

pengantar pengolahan citra


Pengantar Pengolahan Citra
Citra  (image) yaitu istilah lain untuk gambar, sebagai salah satu komponen  multimedia memegang peranan sangat penting sebagai bentuk informasi visual.  Citra mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh data teks, yaitu citra kaya  dengan informasi.
1.1     Citra
Secara harafiah, citra  (image) adalah gambar  pada  bidang dwimatra (dua  dimensi). Gambar 1.1 adalah citra seorang gadis model yang bernama Lena, dan  gambar di sebelah kanannya adalah citra kapal di sebuah pelabuhan. Ditinjau dari  sudut pandang matematis,  citra merupakan  fungsi menerus  (continue) dari  intensitas  cahaya pada bidang dwimatra. Sumber cahaya menerangi objek, objek  memantulkan kembali sebagian dari berkas cahaya tersebut. Pantulan cahaya ini  ditangkap oleh oleh alat-alat optik, misalnya mata pada manusia, kamera,  pemindai (scanner), dan sebagainya, sehingga bayangan objek yang disebut citra  tersebut terekam.  
Citra sebagai keluaran dari suatu sistem perekaman data dapat bersifat [MUR92]:  
1.       optik berupa foto.
2.       analog berupa sinyal video seperti gambar pada monitor televise. 
3.       digital yang dapat langsung disimpan pada suatu pita magnetik.
Citra diam  adalah citra tunggal yang tidak bergerak. Gambar 1.1  adalah dua buah citra diam. Untuk selanjutnya, citra diam kita sebut citra saja. 
 (a)
 (b)
Gambar1.1 (a) Citra Lena (b) Citra Kapal
Citra bergerak (moving images) adalah rangkaian citra diam yang ditampilkan  secara beruntun (sekuensial) sehingga memberi kesan  pada mata  kita  sebagai  gambar yang bergerak. Setiap citra di dalam rangkaian itu disebut  frame. Gambar-gambar yang tampak pada film layar lebar atau televisi pada hakikatnya  terdiri atas ratusan sampai ribuan frame.

1.2    Definisi Pengolahan Citra                                           
     Agar citra yang mengalami gangguan mudah diinterpretasi (baik oleh manusia  maupun mesin), maka citra tersebut perlu dimanipulasi menjadi citra lain yang  kualitasnya lebih baik. Bidang studi yang menyangkut hal ini adalah pengolahan  citra (image processing). 
Pengolahan citra adalah  pemrosesan citra,  khususnya dengan  menggunakan  komputer, menjadi citra yang kualitasnya lebih baik. Sebagai contoh, citra burung  nuri pada Gambar 1.2 (a)  tampak agak gelap, lalu dengan operasi pengolahan  citra kontrasnya diperbaiki sehingga menjadi lebih terang dan tajam (b).  
Umumnya, operasi-operasi pada pengolahan citra diterapkan pada citra bila   [JAI89]:
1.      perbaikan atau memodifikasi citra perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas penampakan atau untuk menonjolkan beberapa aspek informasi yang terkandung di dalam citra,
2.      elemen di dalam citra perlu dikelompokkan, dicocokkan, atau diukur,
3.      sebagian citra perlu digabung dengan bagian citra yang lain.
 (a)
 (b)
Gambar 1.2. (a) Citra burung nuri yang agak gelap, (b) Citra burung yang telah diperbaiki kontrasnya sehingga terlihat jelas dan tajam
Di dalam  bidang komputer, sebenarnya ada tiga bidang studi yang  berkaitan  dengan data citra, namun tujuan ketiganya berbeda, yaitu: 
1.      Grafika Komputer (computer graphics).
2.      Pengolahan Citra (image processing).
3.      Pengenalan Pola (pattern recognition/image interpretation).
Hubungan antara ketiga bidang (grafika komputer, pengolahan citra, pengenalan  pola) ditunjukkan pada Gambar 1.3.

Gambar 1.3. Tiga bidang studi yang berkaitan dengan citra
grafika komputer  misalnya menggambar sebuah  ‘rumah’  yang  ibentuk  oleh garis-garis lurus, dengan data masukan berupa koordinat awal dan koordinat ujung garis (Gambar 1.4). 

Gambar 1. 4. (a) Program Grafika Komputer untuk membuat gambar ‘rumah (b)
Pengolahan Citra bertujuan memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasi  oleh manusia atau mesin (dalam hal ini komputer).  Teknik-teknik pengolahan  citra mentransformasikan citra menjadi citra lain. Jadi, masukannya adalah citra  dan keluarannya juga citra, namun citra keluaran mempunyai kualitas lebih baik  daripada citra masukan. Termasuk ke dalam bidang ini juga adalah pemampatan  citra (image compression).
 (a)
 (b)
Gambar 1. 4. (a) Citra Lena yang mengandung derau, (b) hasil dari operasi penapisan derau. 
Pengenalan Pola mengelompokkan data numerik dan simbolik (termasuk citra)  secara otomatis oleh mesin (dalam  hal ini komputer). Tujuan pengelompokan  adalah untuk mengenali suatu objek di dalam citra. Manusia bisa mengenali objek yang dilihatnya karena otak manusia telah belajar mengklasifikasi objek-objek di  alam sehingga mampu membedakan suatu objek dengan objek lainnya.  Kemampuan sistem visual manusia inilah yang dicoba ditiru oleh mesin.  Komputer menerima masukan berupa citra objek yang akan diidentifikasi,  memproses citra tersebut, dan memberikan keluaran berupa deskripsi objek di  dalam citra.

Gambar 1. 5. Citra karakter ‘A’ yang digunakan sebagai masukan untuk pengenalan huruf. 


Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar